Dukung Program Swasembada Pangan BRMP Bali Mulai Kegiatan Produksi Benih Sumber Padi
Tabanan, 6 Maret 2026 – Tim Kegiatan Produksi Benih Sumber Padi BBRMP Bali mendampingi Pengawas Benih Tanaman (PBT) pada Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPSBTPHBUN) Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Bali. Dalam hal ini PBT melakukan pemeriksaan pendahuluan pada kegiatan Produksi Benih Sumber Padi yang berlokasi di Subak Timpag Tempek Delod, Desa Meliling Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Selain tim pelaksana kegiatan BBRMP Bali, fungsional PBT, hadir juga Penyuluh Pertanian Wilbin Desa Timpag serta petani pelaksana.
PBT, I Gusti Agung Indra Mertawan, S.P., dan timnya menjelaskan bahwa pemeriksaan pendahuluan ini sebagai tahap awal sertifikasi untuk memastikan lokasi, riwayat lahan, sumber benih dan kesiapan petani untuk memenuhi standar sertifikasi. "Tujuan pemeriksaan pendahuluan, untuk menjamin kemurnian varietas sejak awal, meliputi kesesuaian isolasi baik jarak dan waktu penanaman, batas areal serta mengambil dokumen terkait persyaratan administrasi pada produksi benih sumber, “ jelasnya “
I Wayan Sunanjaya, S.P., selaku penanggungjawab kegiatan (BRMP Bali) mengatakan, mengawali kegiatan ini dengan luasan 1,1 hektar. Ditanam 2 varietas padi yaitu Inpago 12 Agritan seluas 0,4 hektar berlabel kuning (Benih Penjenis/BS) untuk menghasilkan benih label putih (Benih Dasar/BD), sedangkan untuk varietas Cakrabuana Agritan berlabel putih (Benih Dasar/BD) untuk menghasilkan benih label ungu (Benih Pokok/BP) dengan luas tanam 0,7 hektar. Inpago 12 Agritan merupakan varietas unggul padi gogo (lahan kering/tadah hujan) sangat adaptif di lahan kering subur dan lahan kering masam.
Lebih lanjut dikatakan potensi hasil mencapai 10,2 ton/ha dengan rata-rata 6,7ton/ha sedangkan Cakrabuana Agritan merupakan varietas padi unggul super genjah yang memiliki umur panen sangat pendek (sekitar 80-85 hari setelah tanam/HST), potensi maksimal mencapai 10,2 ton/ha dengan rata-rata 7,5 ton/ha. "Varietas ini tahan blas, tahan wereng, dan cocok untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) di sawah irigasi maupun tadah hujan. “tambahnya”.
Sunanjaya juga mengharapkan sinergi antar instansi semakin kuat, sehingga proses produksi dan sertifikasi benih padi dapat terlaksana secara optimal, menjamin mutu benih, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Provinsi Bali.
(Duwijana).